Bang Jay Berbagi Nutrisi untuk Ibu Hamil dan Anak di Kendari

Momen pembagian sembako Bang Jay
Momen pembagian sembako Bang Jay

SULTRAMEDIA.ID.,KENDARI – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) Jaelani membagikan nutrisi kepada ibu hamil, bayi, balita dan anak-anak di Kota Kendari, Kamis 2 November 2021.

Pembagian nutrisi ini sebagai bentuk kepedulian pria yang akrab disapa Bang Jay ini kepada ibu hamil dan anak-anak di kota lulo.

Jaelani menyatakan, pembagian nutrisi ini dilakukan di Kelurahan Kemaraya Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari.

“Tema yang kami angkat itu, Bang Jay Berbagi, peduli ibu dan anak,” kata Jaelani.

Ia menyebut, masa depan perjalanan suatu bangsa tergantung kesehatan ibu dan anak. Sehingga, Bang Jay menganggap sudah saatnya kebijakan dan kepedulian mengarah kepada mereka.

“Ibu dan anak ini adalah salah satu kelompok rentan. Untuk itu, asupan nutrisinya harus dipenuhi. Tanpa terpenuhinya kesehatan ibu dan anak, maka akan berdampak pada masa depan generasi bangsa 5 hingga 10 tahun ke depan,” jelas Jaelani.

Masih kata Jaelani, seluruh kader PKB di seluruh Kabupaten dan kota di Sultra untuk terus memperhatikan kelompok masyarakat marginal dan terpinggirkan.

“Untuk itu, bantuan nutrisi ini sebagai bentuk kepedulian kepada ibu dan anak. Kepedulian ini tak ada tendensi apa pun. Berangkat dari pandangan Gus Dur (Abdurrahman Wahid), yang lebih penting dari politik itu adalah kemanusiaan,” ujarnya.

Untuk itu, kata Jaelani, pandangan Gus Dur ini harus menjadi patronasi berpikir seluruh kader.

Ia berharap, dengan adanya bantuan ini, turut membantu pemerintah dalam menekan angka rendahnya nutrisi untuk ibu hamil dalam mewujudkan generasi yang sehat.

“Meski tidak seberapa, semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Selain pembagian nutrisi bantuan dari DPP PKB ini, panitia turut memberikan sembako kepada warga termasuk pengobatan gratis.

Dikutip website Kementerian Kesehatan, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan. Namun, masalah kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah besar. Dengan demikian, pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

AKI telah mengalami penurunan yang cukup baik, menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2007). Namun angka ini masih 3-6 kali lebih besar dibanding negara di wilayah ASEAN. Sedangkan AKB di Indonesia telah menurun menjadi 34 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2007). Ini pun masih 2-5 kali lebih besar dibanding negara ASEAN lainnya. Penurunan angka kematian bayi mengalami stagnasi.

Beberapa masalah dan tantangan di antaranya adalah masih tingginya disparitas tingkat sosial ekonomi – golongan kaya dan miskin, antar kawasan dan antar perkotaan dan pedesaan. Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) mengindikasikan tingkat kesejahteraan penduduk masih rendah.

Redaksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *